SUMSELOK.COM, Lahat – Semangat kebersamaan dan cinta tanah air mewarnai Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 yang digelar di Simpang Tiga Stasiun Jalan Mayor Ruslan, Kecamatan Lahat, Rabu pagi (22/10/2025). Ribuan santri, ASN, dan masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah di lokasi apel untuk memperingati Hari Santri yang ke-X, sekaligus menunjukkan aksi solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina melalui Aksi Bela Palestina.
Apel dimulai pukul 07.00 WIB dengan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam momen penuh khidmat tersebut, Bupati menyampaikan pesan mendalam tentang makna Hari Santri sebagai simbol penghormatan terhadap para ulama dan santri yang turut berjuang dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.
“Hari Santri adalah bentuk penghargaan kita kepada para ulama dan santri yang melaksanakan revolusi jihad tahun 1945. Semangat jihad itu harus kita hidupkan kembali, bukan untuk berperang, tetapi untuk bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah dan menjaga keutuhan Republik Indonesia dari segala bentuk penjajahan,” ujar Bupati Bursah Zarnubi dalam amanatnya.
Usai apel, Bupati Lahat bersama Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat bergabung dalam Pawai Hari Santri dan Aksi Bela Palestina. Dengan penuh semangat, peserta berjalan kaki dari Simpang Stasiun menuju Lapangan Seganti Setungguan (Eks-MTQ) sambil membentangkan bendera Merah Putih dan bendera Palestina sepanjang 1.500 Meter.
Aksi tersebut menjadi simbol kuat persatuan dan kepedulian masyarakat Kabupaten Lahat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Di sepanjang rute, suara takbir dan lantunan shalawat menggema, menambah khidmat suasana.
Setibanya di Lapangan Seganti Setungguan, Bupati Lahat kembali memberikan orasi kemanusiaan sebelum memimpin Doa Bersama untuk Kemerdekaan Palestina.
“Hari ini anak-anak dan masyarakat Lahat ingin menyuarakan kepedulian kita kepada bangsa Palestina. Mungkin suara kita kecil, tapi semoga Allah mendengar dan menjadikannya bagian dari perjuangan kemanusiaan. Selama 77 tahun mereka dijajah, ribuan nyawa melayang, anak kehilangan orang tua, orang tua yang kehilangan anak-anak mereka dan rumah-rumah hancur dibom. Dari Lahat, kita ikut berdoa dan berjuang lewat suara dan solidaritas,” ungkap Bupati dengan nada haru.
Doa bersama diakhiri dengan seruan lantang seluruh peserta: “Free Palestine!”, menggema memenuhi lapangan dan langit Lahat sebagai tanda solidaritas dan kepedulian umat.
Apel dan pawai ini dihadiri oleh Tokoh Nasional, Bupati Empat Lawang, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, Forkopimda Kabupaten Lahat, Ketua Pelaksana Kegiatan dan jajaran, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini menjadi lebih bermakna. Selain menumbuhkan semangat religius dan nasionalisme, kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Lahat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kepedulian global — menjadikan Bumi Seganti Setungguan bersinar dengan semangat santri dan solidaritas umat.(ril)





