SUMSELOK.COM, Lahat – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Lahat Tahun 2025, yang dilaksanakan di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lahat pada Jumat pagi (1/8/2025). Apel ini merupakan bagian dari langkah preventif Pemerintah Daerah dalam menghadapi ancaman bencana Karhutla yang berpotensi meningkat memasuki musim kemarau.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kasdim 0405/Lahat yang mewakili Dandim 0405/Lahat, perwakilan dari Polres Lahat, serta perwakilan dari Pengadilan Negeri Lahat. Selain itu, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD teknis seperti BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Satpol PP, dan Dinas Damkar juga mengikuti apel bersama, seluruh camat dari 24 kecamatan di Kabupaten Lahat. Tidak ketinggalan, apel ini juga melibatkan personel TNI, Polri, TRC BPBD, petugas pemadam kebakaran, dan elemen relawan serta tamu undangan dari berbagai instansi dan organisasi masyarakat.
Dalam amanatnya sebagai Pembina Apel, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh elemen pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana Karhutla. “Hari ini kita melaksanakan apel gabungan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Sebagaimana kita ketahui, Karhutla merupakan isu yang tidak hanya menjadi perhatian nasional, tetapi juga sorotan dunia internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Provinsi Sumatera Selatan secara konsisten masuk dalam lima besar provinsi yang rawan Karhutla setiap tahunnya, bersama Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Riau, dan Jambi. Hal ini menjadikan Sumsel sebagai wilayah prioritas dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Faktor alam seperti suhu tinggi, udara kering, serta musim kemarau panjang menjadi penyebab utama. Namun tidak dapat dipungkiri, masih adanya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar untuk kepentingan perkebunan turut memperburuk situasi,” ujar Wabup.
Ia pun menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat luas dalam mengatasi persoalan ini. Pencegahan, lanjutnya, jauh lebih penting daripada pemadaman ketika api telah meluas. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Koordinasi, kesigapan, serta edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi dan tidak menimbulkan kerugian besar, baik terhadap lingkungan maupun perekonomian,” tambahnya.(ril)





