Seminar Megalitik, Wabup Widia Ningsih Tekankan Megalit Lahat Diakui UNESCO

oleh -36 Dilihat

SUMSELOK.COM, Lahat – Pemerintah Kabupaten Lahat menggelar Seminar Megalitik Kabupaten Lahat Menuju Warisan Dunia UNESCO di Hotel Santika Lahat. Seminar ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH., MH., Selasa (9/9/2025). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk membahas strategi pelestarian dan pengembangan situs megalitik di Kabupaten Lahat agar dapat diakui sebagai warisan budaya dunia.

 

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Dr. Daud Aris Tanudirjo, MA., Arkeolog Universitas Gadjah Mada sekaligus pakar warisan dunia, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumsel, Krisnanto Januardi, S.S. Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,

 

Ketua Dewan Kesenian Lahat (DKL) periode 2020–2025 Sapran, S.IP, Ketua DKL periode 2025–2030 Bakrun Setria Dharma, SH., Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat, juru pelihara situs megalitik, guru IPS/Sejarah tingkat SMP hingga SMA/SMK, mahasiswa Unsela, mahasiswa STIT, serta tokoh masyarakat.

 

Dalam arahannya, Wakil Bupati Lahat menegaskan bahwa Kabupaten Lahat memiliki potensi luar biasa di bidang kebudayaan. Julukan Negeri Seribu Megalitik bukanlah tanpa alasan, mengingat ratusan situs megalitik tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Lahat.

 

Situs-situs ini merupakan bukti sejarah, pengetahuan, sekaligus identitas leluhur kita yang harus dijaga bersama. Bahkan pada tahun 2012, Kabupaten Lahat telah memperoleh rekor MURI sebagai daerah dengan situs megalitik terbanyak di Indonesia, ungkap Wabup.

 

Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya. Menurutnya, pengakuan UNESCO tidak hanya akan menempatkan Lahat di peta dunia, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pariwisata, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. “Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, kita yakin impian menjadikan megalitik Lahat sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus warisan dunia UNESCO dapat terwujud,” tegas Wabup.

 

Seminar ini juga menjadi ajang diskusi strategis antara akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan mengenai langkah-langkah teknis dalam pelestarian situs megalitik. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi pedoman Pemkab Lahat dalam menyusun roadmap menuju pengakuan UNESCO, termasuk penguatan regulasi, pemberdayaan masyarakat, serta promosi internasional.(ril)